Banjir bandang yang terjadi akibat intensitas hujan tinggi mengakibatkan lumpur, material kayu, dan sampah menutupi pemukiman warga. Tercatat sekitar 52 rumah terdampak, dengan kondisi halaman hingga bagian dalam rumah dipenuhi lumpur setebal 10–30 sentimeter. Untuk mempercepat pemulihan, dilakukan kerja bakti massal dengan melibatkan 37 personel TNI, 3 personel Polri, dan 15 personel Satpol PP, dibantu oleh warga setempat.
Kegiatan kerja bakti meliputi pembersihan lumpur di jalan lingkungan, saluran air, serta rumah-rumah warga. Selain itu, personel gabungan juga membantu mengangkat perabotan warga dan memastikan akses jalan kembali dapat dilalui. Kehadiran aparat mendapat sambutan positif dari masyarakat yang merasa terbantu dalam proses pemulihan pascabencana.
Babinsa Kelurahan Tegal Besar, Serma Slamet Hariyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap masyarakat.
“Kerja bakti ini adalah wujud nyata sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi bencana. Kami berharap dengan kebersamaan ini, warga bisa segera kembali beraktivitas dan lingkungan menjadi bersih serta aman,” ujar Serma Slamet.
Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan menjaga kebersihan saluran air guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Kegiatan kerja bakti berjalan aman, tertib, dan penuh semangat gotong royong.

